Kamis, 05 September 2013

TERIMA KASIH YA ALLAH

Saat bangun tidur menjelang subuh, mari kita upayakan ingat Allah dengan bersyukur bahwa kita masih bisa bangun setelah tidur semalam. Nyawa masih di kandung badan, sehat masih menjalar di tubuh kita. Memang kadang muncul hal-hal yang tidak mengenakkan hati, teringat pekerjaan yang sudah menunggu, teringat tetangga yang menyakiti hati kita, teringat pengendara motor yang mendahului kita langsung belok di depan kita. Mari kita selalu mencoba ingat Allah di saat seperti ini dengan berterima kasih pada-Nya.Kita terus menerus berupaya bersyukur dalam segala keadaan. Terima kasih ya Allah, aku masih di bumi yang penuh nikmat. Aku tidak punya tempat  selain di bumi ini....

Minggu, 18 Agustus 2013

Tetap Selalu Berupaya Ikhlas

         Upaya setiap saat untuk ikhlas selalu kita lakukan. Kadang mudah sekali untuk ikhlas, namun kadang pula justru terasa berat sekali melakukannya. Kita tahu saat itu mau ikhlas namun ada saja halangan dan rintangan. Nah justru disinilah intinya, berhentikah untuk mengupayakan ikhlas ataukah tetap dengan segenap tenaga upayakan rasa ikhlas itu agar tumbuh dan tumbuh. Saat seperti itu biasanya bermunculan hal-hal yang mendukung untuk tidak ikhlas dan dibarengi dengan serbuk amarah. Terasa sedikit serbuk amarah menyerang dada dan hati sedikit panas. 
         Namun kita upayakan untuk meredamnya dengan ingat Allah. Allah berkehendak apa saja pada diri kita. Tinggal diri kita saja mau menerima dengan ikhlas atau tidak. Mari kita berlatih terus untuk ikhlas walau ada serbuk amarah terhirup nafas kita.

Jumat, 05 Oktober 2012

Berupaya Mengingat Allah Selalu

Keadaan hati manusia tidaklah tetap setiap waktu. Dalam satu kondisi berada dalam keadaan tenang dan damai (dalam bahasa sekarang "lagi mood") namun bisa juga dalam kondisi gundah, khawatir dan emosi (lagi gak mood). Tidak dapat dipungkiri dua keadaan hati tersebut selalu ada selama hidup manusia. 
Apabila kita dalam kondisi tenang dan damai, semua hal yang kita rasakan, kita lihat, kita dengar menjadi indah. Kita bisa tersenyum, tertawa dan bahkan berjingkrak. Dalam kondisi ini sikap kita adalah ingat Allah bahwa kita merasa gembira, hati tenang dan damai. Namun keadaan berbalik seratus delapan puluh derajat saat kita gundah, khawatir dan emosi, semua yang kita dengar, kita lihat, dan kita rasakan menjadi serba jelek. Dahi mengkerut, dada berdegub kencang, telinga memanas. Lalu harus bagaimana sikap kita? Ingat Allah. Nah, saat kondisi seperti ini biasanya kita lupa akan Allah. Yang kita kedepankan adalah emosi kita. Justru nilainya tinggi apabila kita ingat Allah dalam kondisi ini. Mengapa? Karena kita sedang berperang melawan hawa nafsu kita yang berupa emosi. 
Kita coba begini. Saat gundah, emosi, dan khawatir kita berupaya ingat bahwa Allah tahu kondisi kita saat ini. Ya Allah ampuni aku karena emosi ini. Ya Allah angkatlah gundah dan khawatir ini. Ini semua memerlukan latihan terus menerus. 
Jadi dalam dua keadaan itu kita berupaya ingat Allah. Kita pernah dengar "Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku ingat kepadamu". Nah, adalah hal paling indah apabila Allah ingat pada kita.
Kalau ada yang salah mohon maaf.
 

Selasa, 18 September 2012

Berupaya untuk Sabar, Syukur, dan Ikhlas

Manusia tak pernah lepas dari masalah dalam mengarungi kehidupan ini. Dalam agama manusia dianjurkan untuk sabar dalam mensikapi suatu masalah yang datang menghadang. Memang tidak mudah. Dibutuhkan ketekunan dan kesungguhan hati dalam bersikap sabar. Salah satu caranya ialah dengan menyertakan ikhlas dalam sabar. Itupun tidak mudah. Perlu latihan berulang-ulang untuk menerapkan ikhlas di hati. Sederhananya ikhlas itu menerima apa saja yang terjadi pada diri kita. Pada saat apa saja menimpa diri kita, saat itulah kita upayakan ingat Allah SWT. Allah berkehendak apa saja yang dikehendaki-Nya. Sekali lagi ini tidak mudah. Kemudian dalam keadaan seperti itu kita upayakan mensyukurinya. Mengapa begitu? Ya kita mensyukurinya karena kita telah ingat pada Allah SWT disaat masalah datang dengan berupaya bersikap sabar dan ikhlas. Mohon maaf jika ada salah.